Budidaya SAyuran Brokoli
Budidaya Sayuran Brokoli
Salah satu produk pertanian yang prospektif untuk dikembangkan di Indonesia adalah brokoli. Brokoli (Brassica oleracea) adalah sayuran oriental famili kubis-kubisan. Bagian yang dikonsumsi dari tanaman brokoli adalah berupa bongkahan bunga yang mirip bunga kol namun berwarna hijau. Kepala dari brokoli ini merupakan kumpulan dari ratusan bunga-bunga kecil (beet) yang membentuk rumpun yang rapat dan kompak. Sebagai salah satu sayuran oriental, komoditas brokoli belum terlalu memasyarakat akan tetapi memiliki nilai jual tinggi.
Kata Broccoli sendiri berasal dari bahasa Italia broco yang berarti "tunas". Bentuk tanaman ini secara selintas mirip kubis bunga. Hanya saja kepala bunganya tersusun dari kuntum-kuntum bunga dan tangkainya berdaging tebal. Tergantung varietasn,ya, warna kepala bunga ada empat macam, yaitu hijau, ungu, putih, dan hijau muda. Pada ketiak daun timbul juga kepala bunga yang lebih kecil dan akan keluar bila kepala bunga utama telah dipangkas atau dipanen. Kepala bunga utama dan samping serta tangkai berdaging tebal merupakan bagian-bagian yang biasa digunakan atau dimakan. Sayuran ini banyak mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin D dan beberapa mineral seperti thiamin, niasin, kalsium, dan zat besi dalam jumlah yang cukup memadai.
Permintaan Tinggi
Permintaan global yang tinggi terhadap produk brokoli ditunjukkan dengan semakin meningkatnya pendapatan Indonesia sebagai salah satu negara pengekspor brokoli. Untuk pasar domestik sendiri, pasokan dari para petani di Desa Cibodas belum bisa mencukupi permintaan yang ada. Permintaan produk sayuran dan brokoli Desa Cibodas datang dari 26 supermarket di Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Denpasar. Namun pihak perusahaan pengemasan sayuran di Desa Cibodas baru bisa memasok 19 supermarket. Ketimpangan ini salah satunya disebabkan kurangnya pasokan sayuran dan brokoli yang memenuhi standar supermarket. Dari 2000 kg produksi per hari brokoli Desa Cibodas, hanya 400-500 kg yang bisa memasuki pasar supermarket. Kurangnya pasokan ini salah satunya disebabkan kurangnya pengetahuan dan kesadaran petani tentang keamanan pangan (sayuran) dan kurangnya kemauan petani untuk melakukan kemitraaan dengan perusahaan pengemasan sayuran. Sebagian petani brokoli di Desa Cibodas tidak mau terikat dengan perusahaan pengemasan karena petani tersebut tidak mau banyak diatur dalam melakukan kegiatan budidaya.
Saat ini, permintaan global terhadap komoditas brokoli terus meningkat. Salah satu indikator peningkatan ini adalah meningkatnya pendapatan negara-negara pengekspor brokoli melalui aktifitas perdagangan brokoli.
Hal ini ditunjukkan oleh tabel berikut;
Tabel 1. Pendapatan Negara-negara Pengekspor brokoli sejak tahun 2000-2002 (ribu dollar)
|
No |
Negara |
2000 |
2001 |
2002 |
|
1 2 3 4 5 6 7 |
United State EU Meksiko Kanada Indonesia Polandia China |
163.061 19.639 4.950 12.865 5.028 2.596 10.296 |
134.625 21.892 8.600 14.706 6.035 4.930 7.076 |
146.378 38.510 15.555 14.264 8.060 6.331 122 |
Sumber : Pasaribu, 2007
Manfaat
Sebagai zat anti oksidan yang dapat mencegah kanker, memperlambat proses panuaan, memelihara jantung, usus dan organ tubuh lainnya. Dipercaya juga dapat menjaga rambut dari kerontokan.
Yang membuat brokoli menjadi berat ketika ditimbang adalah tangkainya. Tangkai ini biasanya dibuang, padahal tangkai itulah alasan kita mengonsumsi brokoli. "Tangkai brokoli mungkin tidak terlalu terasa seperti bunganya, tetapi memiliki kandungan kalsium dan vitamin C yang lebih tinggi," kata Dr Glenville.
Syarat Tumbuh
Lahan yang cocok untuk kehidupan broccoli adalah daerah yang terletak pada ketinggian sekitar 1.000-2.000 m dpl. Sedangkan tekstur tanah yang dikehendaki adalah tanah liat berpasir dan banyak mengandung bahan organik. Curah hujan harus berkisar antara 1.000-1.500 cm per tahun dan harus merata sepanjang tahun. Pada umumnya broccoli menyukai iklim yang dingin atau sejuk. Namun, ada beberapa varietas yang tahan pada iklim panas meskipun kuntum bunganya membuka lebih awal dibandingkan varietas yang ditanam di daerah beriklim sejuk. Oleh karena itu, kepala bunga varietas iklim panas cepat menjadi tidak kompak atau terpisah-pisah.
Pedoman Budidaya
Benih broccoli harus disemaikan dulu sebelum ditanam di lahan yang tetap. Lahan persemaian dibentuk bedengan dengan lebar sekitar 1 m dan panjang 3 m. Selanjutnya bedengan diberi campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1:2. Di dalam bedengan itu dibuatkan baris-baris alur dengan jarak antaralur 5 cm dan kedalamannya sekitar 1,5-2 cm. Benih yang akan disemai direndam dulu dalam air yang bersuhu 50°C selama 15 menit, kemudian diangin-anginkan. Sebelum ditanam, benih diberi fungisida Orthocide. Dua hari setelah disemai, tanaman akan mulai tampak di atas permukaan tanah. Setelah berumur sekitar 5 sampai 10 hari, bibit dapat dipindahkan ke dalam bumbungan berupa daun kelapa. Media dalam bumbungan terdiri dari campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1:1. Sebelum dibumbung harus dilakukan pemilihan bibit yang baik dan sehat. Selain itu, harus dilakukan pula pencegahan penyakit dengan cara bibit yang terpilih dicelupkan ke dalam larutan Agrimycin 1,2 g/1 air serta dipupuk dengan pupuk majemuk NPK 1 atau 2 hari sebelum dibumbung. Sehari setelah dibumbung, bibit disiram dengan pupuk NPK cair 40 g/I air selama seminggu.
Selain itu, diberikan pula pupuk daun sebanyak 1 g/1 air, CaCl2, MgS04, dan KN03 dengan konsentrasi 0,5 g/l air dengan selang waktu seminggu sekali. Untuk melindungi tanaman, diberikan pula Dithane 1,5 g/l air dan Basudin 1 cc/l air seminggu sekali. Bibit berada di bumbungan sekitar tiga minggu, kemudian baru bisa dipindahkan ke lahan penanaman tetap. Penanaman Bibit broccoli ditanam dengan jarak tanam 70 x 50 cm pada lubang tanam berdiameter 25 cm dan sedalam kurang lebih 10 cm. Sebelum penanaman, tanah harus diolah dulu. Dan, untuk mencukupi kebutuhan bahan organik, sebaiknya pengolahan tanah dibarengi dengan pemberian pupuk kandang/kompos sebanyak kurang lebih 10 ton/ha. Selanjutnya dibuat bedengan-bedengan dengan lebar sekitar satu meter dan tinggi sekitar 30-50 cm.
Pemeliharaan
Penyiraman sebaiknya dilakukan dua kali sehari pagi dan sore dan sore hari, terutama saat tanaman mulai tumbuh. Setelah tanaman tumbuh dan berdaun, penyiraman dapat dilakukan sekali sehari. Namun, apabila tanah kelihatan sangat kering dan keras, penyiraman dapat dilakukan lebih sering. Sebaliknya bila curah hujan sudah mencukupi, kita tidak perlu lagi melakukan penyiraman. Pemupukan pada broccoli dilakukan tiga kali. Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman mulai tumbuh atau sekitar umur 5 hari setelah tanam, yaitu dengan pemberian pupuk Urea dan atau NPK sebanyak 1 g setiap tanaman. Pupuk diberikan mengelilingi tanaman dengan jarak 3 cm dari tanaman. Pemupukan kedua dilakukan 10 hari setelah tanam, yaitu dengan penambahan pupuk Urea dan atau NPK sebanyak 3 - 5 g. Pupuk diberikan mengelilingi tanaman dengan jarak 5 cm dari tanaman. Pemupukan ketiga dilakukan saat tanaman berumur 3-4 minggu. Pemberiannya mengelilingi tanaman dengan jarak 7-8 cm. Setiap selesai memupuk, sebaiknya tanah di sekitar tanaman segera disiram.
Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit yang menyerang broccoli sama seperti hama dan penyakit yang menyerang keluarga (famili) kubis lainnya. Sehingga pengendalian dan pencegahannya pun sama.
Panen dan Pasca Panen
Broccoli dapat dipanen saat kuntum bunga belum membuka dan kepala bunga masih kompak atau sekitar 47-65 hari setelah tanam, tergantung varietas yang digunakan. Apabila panen terlambat, maka warna kuntum bunga akan menjadi kuning dan kepala bunga menjadi longgar sehingga mutu dan harganya akan merosot. Panen sebaiknya dilakukan pagi hari setelah embun menguap atau sore hari sebelum embun jatuh dengan cara dipotong pada tangkai kepala bunga. Untuk tanaman yang diberi lindungan atau naungan plastik, panen dapat dilakukan tanpa perlu memperhatikan jatuhnya embun.
Info Cultivar
Royal Green, Delicate Green, Green King, Radiant
Green, Tender Green, Green Jewel
2. Penyiapan Benih
- Sterilisasi benih, dengan merendam benih dalam larutan fungisida dengan dosis yang dianjurkan atau dengan merendam benih dalam air panas 55o C selama 15-30 menit
- Penyeleksian benih, dengan merendam biji dengan air, dimana benih yang baik akan tenggelam
- Rendam benih selama ± 12 jam atau sampai benih terlihat pecah agar benih cepat berkecambah
3. Persemaian
Tempat persemaian
- Penyemaian di bedengan : sebelum bedengan
dibuat, lahan diolah sedalam 30 cm lalu dibuat
bedengan selebar 110-120 cm memanjang dari
Utara ke Selatan. Bedengan dinaungi dengan
naungan plastik, jerami atau daun-daunan setinggi
1,25-1,50 m di sisi Timur dan 0,8-1,0 m di sisi Barat.
- Penyemaian dilakukan dengan dua cara yaitu
disebar merata diatas bedengan atau disebar di
dalam barisan sedalam 0,2-1,0 cm.
Alat Persemaian
- Kertas plastik atau daun pisang : ukuran diameter 4-
5 dan tinggi 5 cm
- Sprayer (hand sprayer) : volume 1 liter
- Media semai : campuran ayakan pupuk kandang
matang dan tanah halus dengan perbandingan 1:2
atau 1:1
Penyemaian Benih
- Penyemaian dilakukan dengan dua cara yaitu
disebar merata diatas bedengan atau disebar di
dalam barisan sedalam 0,2-1,0 cm.
Transplanting
- Sekitar 2 minggu setelah semai, bibit dipindahkan ke
dalam bumbung. Lalu bibit dipindahkan ke
lapangan setelah memiliki 3-4 helai daun atau kirakira
berumur 1 bulan.
4. Persiapan Lahan
- Lahan dibersihkan dari tanamn liar dan sisa-sisa
akar, dicangkul sedalam 40-50 cm, lalu dibuat
bedengan selebar 80-100 cm, tinggi 35 cm dengan
jarak bedengan 40 cm. Pada lahan miring perlu
dibuat parit di antara bedengan tetapi jika lahan
datar, parit ini tidak perlu dibuat.
- Pengapuran hanya dilakukan jika pH tanah lebih
rendah dari 5,5 dengan dosis kapur yang sesui
dengan nilai pH tanah tetapi umumnya berkisar
antara 1-2 ton/ha dalam bentuk kalsit atau dolomit.
Kapur dicampurkan merata dengan tanah pada
saat pembuatan bedeng.
- Pada saat pembuatan bedengan berlangsung,
campurkan 12,5-17,5 ton/ha pupuk kandang di
tambahkan dengan asumsi populasi tanaman/ha
antara 25.000-35.000.
- Selain itu juga diberikan pupuk dasar berupa ZA, urea, SP-36 dan KCl Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan disajikan pada Tabel 5. www.vitroculture.blogspot.com
5. Penanaman
- Jarak tanam yang dipakai adalah 50x50 cm untuk
kultivar bertajuk lebar dan 45x65 cm untuk kultivar
tegak.
- Waktu tanam terbaik adalah di pagi hari antara jam
06.00-09.00 atau sore hari antara jam 15.00-17.00
- Penanaman dilakukan pada bibit yang sudah
berumur sekitar satu bulan, atau sudah mempunyai
3-4 helai daun.
- Satu lubang tanam diisi satu bibit.
�� Pemindahan secara hati-hati jangan sampai akar
atau daunnya rusak.
6. Pemeliharaan
Penyulaman
- Jika ada tanaman yang rusak atau mati,
penyulaman dapat dilakukan sampai sebelum
tanaman berumur kira-kira dua minggu.
Perempalan
- Perempalan tunas cabang dilakukan seawal
mungkin supaya ukuran dan kualitas massa bunga
yang terbentuk optimal.
- Segera setelah terbentuk massa bunga, daun-daun
tua diikat sedemikian rupa sehingga massa bunga
ternaungi cahaya matahari. Penutupan ini berfungsi
untuk mempertahankan warna bunga supaya tetap
putih.
Pengendalian Hama dan Penyakit
- Untuk pengendalian dapat dilakukan dengan
melakukan bibit yang bebas penyakit, merendam
benih di air panas (50o C) atau di dalam
fungisida/bakterisida selama 15 menit, sanitasi
kebun, rotasi tanaman, menanam kutivar tahan
penyakit, menghindari tanaman dari kerusakan
mekanis atau gigitan serangga, melakukan sterilisasi
media semai atau lahan kebun, pengapuran pada
tanah masam dan mencabut tanaman yang
terserang penyakit.
- Untuk mencegah serangan hama dan penyakit,
penyemprotan pestisida telah dilakukan walaupun
belum ada gejala serangan, penyemprotan
dilakukan setiap 2 minggu.
Penyiangan
- Penyiangan yang dilakukan bersamaan dengan
penggemburan dilakukan bersama-sama dengan
pemupukan susulan yaitu 7-10 hari setelah hari
tanam (hst), 20 HST, dan 30-35 HST. Penyiangan dan
penggemburan harus dilaksanakan dengan hatihati
dan jangan terlalu dalam agar tidak merusak
akar kubis bunga yang dangkal.
- Pada masa akhir pertumbuhan vegetatif (memasuki
masa pembungaan) penyiangan dihentikan.
Pemupukan tambahan
- Pupuk susulan diberikan pada umur 1,3,5 MST di
sekeliling tanaman sejauh 10-15 cm dari batangnya
lalu ditimbun tanah. Dosis pupuk sesuai dengan
rekomendasi
- Bersamaan dengan pupuk susulan III tanaman
dapat juga disemprot dengan pupuk daun yang
mengandung N dan K tinggi.
Penyiraman
- Pengairan dilakukan secara rutin di pagi atau sore
hari. Pada musim kemarau penyiraman dilakukan 1-
2 kali sehari terutama pada saat tanaman berada
pada fase pertumbuhan awal dan pembentukan
bunga.
Sumber: Dari berbagai sumber